Day 3 : Batu – Surabaya

Hari ke-3, hari dimana akhirnya kita mendapatkan sepeda motor, tanpa ragu langsung kami meluncur menuju ke Kota Batu. Tempat yang kami kunjungi pertama adalah Agrowisata Strawberry & Apel, disana kita bisa bebas memetik buah strawberry dan buah apel langsung ke kebunnya.


Kebun pertama yang kita kunjungi adalah kebun strawberry, selesai memetik buahnya langsung kita disuguhkan jus strawberry yang kita petik tersebut (seger polll..), dan kita diberi bingkisan buah paprika hidroponik, dimana budidaya buah ini tidak menggunakan media tanah tapi menggunakan air.


Kebun kedua adalah kebun apel, kalo yang satu ini sudah terkenal...bukan hanya buahnya tetapi pabrik pembuatan minuman sari apel yang diberi kemasan didirikan disitu, sayangnya kita tidak diizinkan melihat proses pembuatannya.


Ditempat itu juga ada tempat penjualan tanaman hias, kami membeli beberapa bunga serta biji tumbuhan dan tidak lupa mampir ke sentra oleh-oleh untuk membeli jus sari apel, keripik apel dan lain-lain.


Sebelum siang kami sudah di Malang lagi, untuk check-out dari hotel dan naik kereta api jam 01.00 menuju ke Surabaya. Selamat tinggal Malang, selamat datang di Surabaya.


Sampai di Surabaya, jam 4-an sore. Setelah sampai hotel tak banyak yang di kerjakan hingga besoknya, selain mencari info tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan mencari peta Kota Surabaya..sip..sip.


Didepan Kawasan Agrowisata Strawberry, menarik ya selain mendapatkan untung dari penjualan hasil kebun jika di kemas sedemikian rupa bisa menjadi obyek wisata yang mantap.











Di kebun Strawberry, bebas memetik sendiri tapi dibatasi jumlahnya kalo nggak bisa bangkrut donk..hehe.







Tempat penjualan berbagai macam tanaman hias, yang menarik bagi saya mereka juga menjual tanaman dalam bentuk bibit seperti cemara, lobak, kapri, kangkung, buncis, timun dan lain-lain.






Di kebun apel, memetik sendiri di temani seorang guide, ternyata apel banyak jenisnya ada yang namanya apel manalagi, kayak nama mangga.








Jelas Masih bersambung


Day 2 : Bromo Mountain (Lost My Handphone)

Hari ke-2 adalah hari yang paling berkesan untuk keseluruhan perjalanan, bukan hanya karena kita ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru hari itu, tapi karena handphone saya hilang disana juga. Walaupun begitu, nomor handphone saya tetap sama sampai sekarang.


Kami berangkat jam 2 malam bersama rombongan tour berjumlah 7 orang, hanya kami yang orang Indonesia, perjalanan ditempuh satu setengah jam.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Gunung Pananjakan, tempat orang biasa melihat sunrise, dari tempat ini kita juga bisa melihat kontur permukaan pegunungan secara keseluruhan karena daerahnya yang lebih tinggi dibandingkan tempat sekitarnya.

Selanjutnya kita kebawah melintasi daerah padang pasir, yang kita lihat sebelumnya di Pananjakan, diteruskan dengan menaiki kuda hingga pangkal tangga menuju puncak gunung berkawah yang mengeluarkan asap (Gunung Bromo) lalu kembali ke mobil dan pulang ke Malang, tapi sebelumnya kita mampir dahulu ke Candi Singosari, tak banyak dilihat di candi ini selain badan juga udah pada lemes euy. Selanjutnya biar foto bicara hehe...

Pemandangan dari Gunung Pananjakan, masih jauh dengan foto yang di kartu pos, posisi foto boleh sama tapi kemampuan jauh kali ya haha..

Dari tempat ini kita bisa melihat lautan padang pasir, Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Batok.





Cuaca dingin, jangan lupa bawa : jaket tebal, kaos kaki, sarung tangan dan lain-lain yang bikin hangat. Perlengkapan tersebut banyak disewakan tapi sayang hanya bisa di sewa di Pananjakan saja (kayaknya) jadi mendingan bawa sendiri deh...

Yang jelas satu lagi yang seharusnya kami bawa adalah masker yang di gunakan pada saat di padang pasir..




Berkuda, sesudah naik mobil (disarankan mobil 4WD) hingga pangkal tangga. Sebenarnya bisa saja berjalan kaki tapi nanjaknya itu, bro. Belum ditambah debu pasir yang beterbangan.
Kenapa kita gak bawa masker ya ?
Perjalanan di padang pasir, wih..lewat disini serasa dimana gitu, apalagi sambil naek kuda hehe...




Tangga menuju Puncak Gunung Bromo, kira-kira 250 anak tangga, dan konon jika kita hitung jumlah anak tangga naik dan turun pasti berbeda.
Boro-boro sempet ngitung, nafas aja keburu habis hahaha...
Hal lain yang menjadi perhatian saya adalah sebagian besar pengunjung Taman Nasional Bromo, setidaknya menurut perkiraan saya, lebih dari 75 % pengunjung Bromo adalah turis asing.



Beginilah pemandangan dari atas kawah Gunung Bromo dengan bau belerang yang sangat menyengat, seperti tiada henti gunung ini mengeluarkan asap.







Ini juga foto di atas kawah menghadap ke padang pasir. Ya Allah keren bener...pulangnya gak naek kuda lagi..biar beda gitu..mmmm...







Masih bersambung...

Jatim Trip (Day 1 : Malang)

Mau dibilang honeymoon juga gak apa-apa deh hehe..

Jika ditanya kenapa memilih Jawa Timur, mungkin karena aksesnya mudah, cukup naek kereta api, dan yang jelas kita berdua belum pernah kesana, dan tidak lupa karena pesona Bromo surga fotografi uhui...


Kami sampai di malang kira jam 10-an pagi. Hari pertama jelas menjelajah kota malang dan setelah mendapatkan hotel apalagi selain makan haha..kami mencoba makan cui mie pojok bromo (thanks fariz buat rekomendasinya), rasanya mantap, selain kebetulan dekat dengan hotel kami.


Agak siangan sedikit setelah gagal mendapatkan sepeda motor, kami memutuskan keliling menggunakan angkutan umum menuju Kampus Unibraw bertemu dengan teman SMA saya, Sefyan dan Tulus. Kami sempat main ke Matos (Malang Town Squre) yang dekat kampus, gak ada yang menarik menurut saya sama saja seperti mall pada umumnya, kalo pengen ngeliat mall ngapain jauh-jauh ke Malang haha...


Sebelum pulang ke hotel kami mampir ke tugu malang, nah ini baru adanya cuma di Malang, dan malamnya juga mampir kesana lagi untuk foto-foto, narsis banget seh hehe..btw, malamnya kami makan di warung warna-warni, didepan stasiun, lumayan enak. Langsung pulang ke hotel, karena tengah malam kita mau ke bromo, menggunakan tour bus dari hotel.



Menunggu kereta api, kami berangkat dari Purwokerto jam 10-an malam, kereta Gajayana, saya senang naik kereta api apabila dibandingkan dengan transportasi lainnya






Hotel Helios (Jl. Pattimura), hotel yang sesuai dengan budjet kami hehe..tempat lumayan bersih serta dekat kemana-mana, stasiun kereta, tugu. isi hotel ini banyak banget turis asing dan hotel ini menyediakan tour ke Bromo, tour tengah malam untuk melihat sunrise di Bromo. kami ikut tour supaya lebih praktis.




Cui Mie Pojok Bromo (Jl. Pattimura juga), wah..recomended banget makanan disini ada mie keju jamur, unik kan, selama di malang kami sempetin mampir tiap hari disini, sampai di bungkus buat makan di jalan segala hahaha...





Di depan Rektorat Unibraw, kali. Asyik juga punya temen sampe jauh ke ujung pulau jawa. kampusnya enak, adem, ada pohon palem trus lapangan jadi inget kampus sendiri hehehe...






Depan Balai Kota Malang (Tugu), di kota ini banyak sekali taman-taman kota.









Bersambung....

Walimah

Wah..gak sangka bisa sampai posting hal ini di blog.


Pernikahan saya dilaksanakan hari Minggu, tapi kami sekeluarga sudah berangkat dari Serang hari Jum’at pagi, dan menginap di Baturaden. Acara sendiri sudah dimulai hari Sabtu malam yaitu acara “Besanan” dan “Midodareni”. Keesokan harinya, minggu, baru akad nikah dan pestanya.

Jujur saja saya gak ngerti (awalnya) seperti apa acaranya, bukan saja karena perbedaan budaya, saya keturunan Batak, sementara acaranya adat Jawa...Padahal adat Batak juga saya gak ngerti nah lo ! terus ngertinya adat mana donk hahaha...

Sabtu malam kami sekeluarga berkunjungan ke rumah pengantin wanita sambil membawa seserahan..setelah sambutan-sambutan, lalu acara makan-makan (seperti biasa) lalu pulang, Alhamdulillah lancar..besoknya ini yang deg-degan hahaha...

Keesokan harinya, masih pagi-pagi sekali kami sekeluarga sudah berkumpul di rumah penganten perempuan..karena untuk di rias termasuk saya hahaha...gak banget deh. Tepat jam 09.00 kami sudah berkumpul di Masjid Baitul Muslimin, wah penghulu dan perangkat acaranya sudah hadir tepat waktu bener..sudah tampil.

Dimulai dengan sambutan-sambutan, do’a...lumayan lama juga karena kaki sudah kesemutan karena duduk sila dicampur dengan deg-degan. Akhirnya tiba saatnya pengucapan akad yang sudah dilatih berminggu-minggu, sampai ada acara latihan bareng (calon) mertua hahahaha....Bagaimana sah...sah..sah...sah...amiiiiiinnnn. Pecah sudah nih bisul yang berminggu-minggu hehehe...Dimulai sudah lembaran baru kehidupan mmmm..

Dilanjut dengan acara pesta di rumah pengantin wanita..ganti kostum, foto-foto sampai pembuatan video shooting, ternyata begini ya rasa-nya jadi bintang sinetron..hehehe...apalagi pas lihat hasilnya kami berdua ketawa-ketawa hahaha....

Terimakasih, keluarga, teman-teman, saudara semua yang sudah membantu suksesnya acara ini..dalam bentuk apapun.

Alhamdulillah